Mutu dan Tingkat Penerimaan Konsumen Abon Ikan Layang (Decapterus sp.)

Quality and Consumers Acceptence of Shredded Macarel Scad Fish (Decapterus sp.)

Keywords: scad fish, quality, shredded

Abstract

The quality and level of consumer acceptance of shredded fish varies and is one of the main considerations in the commercialization of shredded fish. This study aims to determine the quality characteristics and the level of consumer acceptance of the shredded flying fish processed on a household scale. The study consisted of two stages: preparation and manufacture of shredded fish, including two treatment that was original and spicy shredded followed by quality analysis (proximate, microbiology) and consumer preference test. The results showed that shredded of flying fish had the following quality characteristics: moisture content 3.84-4.60%, ash 5.35-5.66%, protein 36.39-37.39%, fat 36.54-36.60%, crude fiber 5.66-7.90%, carbohydrates 9.22-10.87%, and TPC 2.40-3.05 x 103 CFU/g. The level of consumer preference of flying fish shredded, both original and spicy variants was neutral-like with a score of 3.18-3.43. Flying fish shredded has met the requirements according to SNI except for the parameter of fat content. Shredded flying fish either original or spicy variant both have met the requirements according to SNI except the fat content.

Author Biography

Amir Husni, Universitas Gadjah Mada
Fisheries 1

References

Aditya HP, Herpandi, Lestari S. 2016. Karakteristik fisik, kimia dan sensoris abon ikan dari berbagai ikan ekonomis rendah. FishtecH – Jurnal Teknologi Hasil Perikanan. 5(1): 61-72.
Argo BD, Sugiarto Y, Irianto AB. 2018. Analisis kandungan abon ikan patin (Pangasius pangasius) dengan treatment alat “spinner pulling oil” sebagai pengentas minyak otomatis. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 6(1): 52-62.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1995. Abon Ikan. SNI 01-3707-1995. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2006a. Tentang Cara Uji Kimia Bagian 2: Penentuan Kadar Air pada Produk Perikanan. SNI-2354-2-2006. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional.2006b. Tentang Cara Uji Kimia Bagian 4: Penentuan Kadar Protein dengan Metode Total Nitrogen pada Produk Perikanan. SNI 01-2354.4-2006. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2009. Minuman Susu Fermentasi Berperisa. SNI-7552:2009. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2010. Tentang Cara Uji Kimia Bagian 1: Penentuan Kadar Abu dan Abu Tak larut dalam Asam pada Produk Perikanan. SNI-2354.1:2010. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
Chairita, Hardjito L, Santoso J, Santoso. 2009. Karakteristik bakso ikan dari campuran surimi ikan layang (Decapterus spp) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp) pada penyimpanan suhu dingin. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 7(1):46- 58.
Hadiwiyoto, S. 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Yogyakarta: Liberty.
Huthaimah, Yusriana, Martunis. 2017. Pengaruh jenis ikan dan metode pembuatan abon ikan terhadap karakteristik mutu dan tingkat penerimaan konsumen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. 2(3): 244-254.
Jasila I, Zahro F. 2017. Pembuatan abon ikan patin (Pangasius hypophthalmus) di Pradipta Jaya Food Probolinggo. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan. 6(1): 20-34.
Jumiati, Fadzilla F. 2018. Pemanfaatan jantung pisang dan kluwih pada pembuatan abon ikan tongkol (Euthynnus affinis) ditinjau dari analisis proksimat, dan uji asam tiobarbiturat (TBA). Reka Pangan. 12(1): 60-66.
Moreira, R.G., M.E.C. Perez. & M.A. Barrufet. 1999. Deep Fat Frying: Fundamentals and Applications. Aspen Publishers, Inc. Maryland.
Mudjajanto ES, Kholilah W, Amaliah N. 2015. Nilai gizi serta daya terima biskuit dengan penambahan tepung ikan layang (Decapterus russelli) dan ikan selar (Caranx sp). Jurnal Sains Terapan. 5(1): 26-39.
Muchtadi D. 2010. Teknik Evaluasi Nilai Gizi Protein. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Palawe JFP, Suwetja IK, Mandey LC. 2014. Karakteristik mutu mikrobiologis ikan Pinekuhe Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. 2(1): 38-47.
Prihandoko S, Marwati. 2015. Pengaruh substitusi nangka muda (Artocarpus heterophyllus) terhadap sifat kimia dan sensoris abon ikan gabus (Chanta Striatus). Jurnal Teknologi Pertanian Universitas Mulawarman. 10(2): 58-64.
Pujiastuti DY, Hardoko, Yunita Eka Puspitasari YE. 2016. Characteristic of shredded made from boiled fish (Euthynnus affinis) with substitution of okara. Journal of Life Science and Biomedicine. 6(4): 90-93.
Rosdiyanti D. 1980. Analisis dan penyimpanan rhizoma laos. [Skripsi]. Bogor: AKA Departemen Perindustrian.
Sari AF, Manguwardoyo W, Sugoro I. 2017. Degradasi ampas dan serai wangi segar (Cymbopogon nardus L) dengan metode in sacco pada kerbau fistula. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2017. 118-124.
Sediaoetama AD. 1996. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat.
Setyaningsih, D, Apriantono A, Maya S. 2010. Analisis Sensori Untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Press.
Sulthoniyah STM, Sulistiyati TD, Suprayitno E. 2013. Pengaruh suhu pengukusan terhadap kandungan gizi dan organoleptik abon ikan gabus (Ophiocephalus striatus). THPi Student Journal. 1(1):33-45.
Surgawi AW, Sirajuddin S, Jafar N, Syam A, Battung SM. 2020. Daya terima abon ikan layang sebagai pangan fungsional. The Journal of Indonesian Community Nutrition. 9(1): 1-8.
Suwarni, Fadilah R, Ali SA. 2020. Potensi dan tingkat pemanfaatan ikan layang (Decapterus sp) di perairan Makassar. Jurnal Pengelolaan Perairan. 3(1): 14-27.
Utiarahman G, Harmain RM, Yusuf N. 2013. Karakteristik kimia dan organoleptik nugget ikan layang (Decapterus sp.) yang disubtitusi dengan tepung ubi jalar putih (Ipomea batatas L). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(3): 126-138.
Winarno FG. 2012. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Published
2020-12-23