Cookies Berkadar Serat Tinggi Substitusi Tepung Ampas Rumput Laut dari Pengolahan Agar-Agar Kertas

  • Bambang Riyanto
  • Maya Wilakstanti

Abstract

Permintaan terhadap produk makanan kesehatan seperti makanan bebas gula (sugar-free food), makanan rendah kalori (low calorie food) dan makanan kaya serat (high fibre food) meningkat dengan pesat. Kecenderungan ini didasarkan atas perannya dalam pencegahan penyakit hipertensi, diabetes, kanker usus, dan penyakit degeneratif lainnya. Berbagai sumber bahan berserat tinggi seperti selulosa, hemiselulosa, lignin, dan gum sekarang menjadi perhatian utama dalam pengembangan produk makanan tersebut. Oleh karena itu pemanfaatan tepung ampas rumput laut dari pengolahan agar-agar kertas menjadi cookies berkadar serat tinggi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Tahap pembuatan cookies meliputi pembentukan cream, penambahan tepung terigu dan tepung serat makanan dari ampas rumput laut pengolahan agar-agar kertas dengan konsentrasi 0 % sebagai kontrol, 10 %, 20 %, 30 %, 40 % dan 50 % dari 100 gram tepung terigu, pencampuran (mixing), pencetakan, pemanggangan dalam oven selama 15 menit dengan suhu 180oC. Hasil uji sensori memperlihatkan bahwa penambahan berbagai konsentrasi tepung ampas rumput laut memberikan perbedaan yang nyata terhadap penerimaan cookies, dengan nilai kesukaan tertinggi pada penambahan tepung ampas rumput laut sebesar 10% dan 20% serta nilai kesukaan antara biasa sampai suka. Sedangkan hasil analisis kimia dari produk cookies yang disukai tersebut memperlihatkan bahwa cookies yang dihasilkan memiliki kandungan air sebesar 3,82-4,52%; protein 9,32-9,19%; lemak 23,19-21,90%; kadar abu 2,72-2,91%; nilai serat kasar 1,44-1,58% dan nilai serat makanan 5,98-6,02%. Secara keseluruhan, makin tinggi konsentrasi tepung ampas rumput laut yang ditambahkan, makin tinggi pula nilai serat kasar dan serat makanan, namun hasil tersebut berdampak terhadap mutu sensori (nilai kesukaan) dan nilai gizi yang lain dari produk cookies yang dibuat.
Kata Kunci : rumput laut, agar-agar, serat makanan (dietary fiber), cookies
Published
2010-05-18